Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Nasi Pecel "Yu Sri" Semarang


Ternyata di Semarang ada juga tempat makan pecel yang enak. Lokasinya di Simpang Lima, namanya Nasi Pecel "Yu Sri". Diajak oleh Pak Suroto, teman saya dari Depkominfo, kami beserta rombongan lainnya langsung meluncur ke Simpang Lima yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari hotel Pandanaran untuk menikmati nasi pecel ini.

Buka sejak pukul 17.00, warung ini tidak pernah sedikitpun sepi. Pengunjung terus mengalir untuk menikmati nasi dengan sayuran rebus yang diberi bumbu kacang ini, dan disajikan diatas pincuk daun pisang.
Penjaja makanan tidak pernah berhenti, benar-benar tidak pernah berhenti, untuk mengambil nasi, sayur, lauk pauk lainnya dan kemudian mengguyurnya dengan bumbu pecel. Kita pun harus menunggu giliran untuk dapat tempat duduk di warung kecil ini, dan setelah selesai makan rasanya tidak enak berduduk lama-lama karena sudah banyak orang yang berdiri untuk menanti giliran agar bisa duduk makan.

Sebagai lauk pendamping kita bisa memilih banyak jenis penganan. Salah satu yang paling laris adalah sate keong. Selain itu jeroan seperti Paru, Babat, dan Usus juga menjadi favorit lauk pendamping.Jeroan ini digoreng basah, seperti dibacem lah. Tahu dan Tempe juga pasti tersedia, selain peyek udang. Saya sendiri memilih lauk pendamping babat,telor ceplok, sate usus ayam dan sate ati ampela. Hmmmmmmmm, yummi banget deh pokoknya, walaupun bumbu kacangnya masih lebih dahsyat bumbu pecel SGPCnya Jogja.

Dan yang lebih hebat lagi, harganya juga murah. Makan ber-enam dengan tiap orang mengambil sate cukup banyak, jeroan dan lainnya, tentu dengan disertai minum teh botol, kami cukup membayar 69rebu perak :) Kesimpulan: Jika kamu ke Semarang sempatkan untuk ke Simpang Lima, menikmati kuliner tradisional Nasi Pecel "Yu Sri".

Sumber: http://www.banyumurti.net

Nasi Pecel Mbok Sador Semarang


Masih dari kawasan Simpang Lima – Semarang, ada satu lagi tempat makan pecel yang juga menjadi favorit banyak orang, namanya Nasi Pecel Mbok Sador. Menyediakan tempat yang lebih luas dibanding Nasi Pecel Yu Sri, sajian yang dihidangkan disini tidak jauh berbeda dengan Yu Sri.




Penjaja pecel duduk di tengah tenda dihadapan pecel dan berbagai menu sampingan. Perbedaan yang cukup kentara adalah di bumbunya, sedikit lebih pedas dan berasa. Di sinipun kita bisa dapatkan menu sampingan seperti berbagai jeroan (usus, paru, babat, daging dan lain-lain), peyek teri, sate telor puyuh, sate telor ayam dan lain-lain. Kalau perut gak kerasa kenyang, kayaknya ingin mencoba semua sajian yang ada di meja ini.



Untuk minumnya kita juga dapat memesan segelas es jeruk yang segar. Soal harga, jangan ditanya, kami berlima hanya mengeluarkan uang tak lebih dari 60rb total untuk semua makanan dan minuman yang kami santap. Jadi kalo jalan-jalan di Simpang Lima-Semarang jangan ragu-ragu untuk menyantap satu pincuk nasi pecelnya Mbok Sador. Selamat menikmati….


Sumber: http://www.banyumurti.net

Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok, Semarang


Kuliner #151
Nasi Goreng Babat Pak Karmin
Jl. Pemuda (Samping Jembatan Mberok)
Semarang
Telp: 024 - 3563334

Untuk kesekian kalinya saya berkesempatan mengunjungi Semarang di bulan April 2011. Dalam waktu yang sempit saya langsung menetapkan salah satu tujuan Kuliner Semarang yang belum pernah saya kunjungi: Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Googling dan tanya sana sini akhirnya langsung naek taksi menuju lokasi yang dituju. Sampe sana, kalimat yang langsung terlintas d benak saya: "Don't judge the food by it's cover" :) Yup, tempatnya sangat sederhana di samping jembatan Mberok, tapi ramenya pengunjung yang hadir gak kan membohongi "isi" warung tersebut. Langsung saya pesan dua menu spesial di kedai ini: Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso. Gak papa dianggap rakus yang penting senang.
 
Sebelum Nasi Goreng Babat yang saya pesan dibuat maka akan ditanya dulu tingkat kepedasan yang saya minta, apakah mau pedes, sedeng, dikit atau gak pedes sama skali. Pertanyaan berikutnya adalah babatnya dicampur atau nggak, ternyata walaupun namanya nasi goreng babat tapi isinya bisa kita pilih, mau babat saja atau mau campur dengan "pencipta kolestrol" lainnya seperti ati, limpa, paru atau iso. Bumbunya kerasa pas banget, konon memang racikan bumbu di kedai Pak Karmin ini memang yang jadi andalan yang membuat Nasi Goreng Babat-nya berbeda dengan yang lain. Ditambah dengan teknik menggoreng yang tepat maka bumbunya meresap ke setiap bulir nasi yang tersaji di piring kita. Juara! Nasi goreng ini disajikan diatas piring yang sudah diberi alas daun pisang, dengan potongan telur dadar dan acar mentimun. Harga Rp. 15.000,-



 
Babat Gongso, menu lainnya dari kedai Pak Karmin yang tidak boleh terlewatkan. Potongan Babat dan juga jeroan lainnya (ati, limpa, paru atau iso) yang dimasak (ditumis?) dengan bumbu kecap yang kental dengan bumbu-bumbu yang "menyayat hati" saking meresapnya. Tidak ada rasa enek ketika menyantap jeroan dengan bumbu manis ini, babatnya pun dapat kita kunyah tanpa "perlawanan" berarti... Empukkk... Kayaknya lebih enak dimakan dengan nasi putih agar bumbunya semakin berasa, dan tidak beradu dengan rasa nasi gorengnya. Oh ya, jangan lupa untuk memesan tingkat kepedesannya, buat yang suka pedes tentunya akan bisa menikmati keindahan paduan pedas manis dari babat gongso ini. Hmmmm... Harga: Rp.25.000,-

 
Buat melawan panasnya udara Kota Semarang di siang hari, sangat cocok jika Es Jeruk jadi pendamping Nasi Goreng Babat dan Babat Gongso ini. Fresh orange juice dengan tingkat kemasaman dan kemanisan yang pas. Harga: Rp. 7.000,-


 
Melihat dari Facebook Page-nya Nasi Goreng Babat Pak Karmin ini sudah dirintis sejak tahun 1954. Dan sekarang sudah generasi kedua yang memegang usaha ini. Dan sekarang sudah ada dua cabang yaitu di Jl Gajah Mada dan di kawasan Telaga Mas. Buka dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, puncak kunjungan dari kedai ini adalah pada saat-saat jam makan siang. Tampak pengunjung hlir mudik berganti (bahkan sampai ngantri) ditambah kesibukan para pegawai yang juga menerima pesanan lewat telepon terutama dari kantor-kantor yang berada di kawasan Jembatan Mberok ini. Mau berwisata kuliner di Semarang? Silakan mampir di Nasi Goreng Babat Pak Karmin - Mberok

Sumber: http://www.banyumurti.net

Lumpia Semarang

Lumpia semarang.
 
 
Lumpia semarang adalah makanan semacam rollade yang berisi rebung, telur, dan daging ayam atau udang.

Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia karena pertama kali dibuat oleh seorang keturunan Tionghoa yang menikah dengan orang Indonesia dan menetap di Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini mulai dijajakan dan dikenal di Semarang ketika pesta olahraga GANEFO diselenggarakan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. 

Variasi

Dewasa ini, terdapat enam jenis lumpia semarang dengan cita rasa yang berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih dan yang terakhir adalah lumpia Jalan TanggaMus (Ny. Mechtildis Tyastresna Halim) lumpia nya bulat-bulat dan gurih.

Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.

Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (68), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.

Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.

Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.

Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.

Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang ”luar” yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant di Jalan Gajah Mada, Semarang.

Harga

Harga lumpia yang dijual para pedagang tersebut berbeda-beda. Kios lumpia Gang Lombok milik Siem Swie Kiem, misalnya, menjual dengan harga Rp 6.000 per biji (goreng/basah). Kios di Jalan Pemuda milik Mbak Lien menjual dengan harga Rp 5.500 per biji. Sedangkan pedagang-pedagang lumpia lain menjual dengan harga sekitar Rp 2.500 per biji.

Loenpia Mbak Lien Semarang


Kuliner #152
Loenpia Mbak Lien
Jl Pemuda
Telp (024) 3580734 / 7620015
Jl Pandanaran (depan Bandeng Juwana)
Telp 081 824 2086
Semarang

Satu makanan yang selalu harus-wajib-kudu saya datangi kalo ke Semarang adalah Lunpia. Gak pernah nemu lunpia Semarang di kota lain yang rasanya bener2 sama dengan aslinya di kota ini. Pulang dari Nasi Goreng Babat Pak Karmin, sekitar 500m dari jembatan Mberok masih di Jl Pemuda, ada satu gang (Gg Grajen) yg memasang spanduk Loenpia Mbak Lien di depannya. Yup, ini adalah salah satu penjaja loenpia Semarang yang cukup melegenda di kota ini. Tersedia dua jenis, Lumpia basah ataupun kering (sudah digoreng). Tapi jangan khawatir, yang basah juga udah mateng koq, sudah siap disantap. Kelebihan dari Loenpia Mbak Lien ini emang pada isinya yang lebih padat dengan rasa yang lebih legit dan nendang banget, perpaduan antara rebung segar, telur, udang dan ayam kampung. Hmmm... apalagi makannya dilengkapi dengan saus kanji yang khas, acar timun, bawang dan cabe rawit. Perfecto!


 
Loenpia Mbak Lien ini juga paling cocok untuk dibawa pulang sebagai buah tangan. Sepotongnya bisa kita tebus dengan harga 9rb rupiah. Agak mahal memang, tapi sebanding banget dengan rasa yang diberikan. Kalo mau buat oleh-oleh mending beli yang basah aja. Loenpia Mbak Lien bisa tahan dalam dua hari, dan jika masuk kulkas bisa tahan sampe lima hari. Kalo mau dimakan tinggal dipanasin dengan cara digoreng or dikukus. Saya sih paling suka kalo dikukus. Selain di Jl Pemuda, Lumpia Mbak Lien juga dapat kita temui di kawasan oleh-oleh Semarang, di Jl Pandanaran. Percis di depan Toko Bandeng Juwana. Yuk, bawa oleh-oleh dari Semarang buat orang tercinta di rumah

Sumber: http://www.banyumurti.net

Lumpia "Mataram" Semarang


Kota Semarang terkenal dengan Lumpia (lunpia), Bandeng Presto dan Wingko Babatnya. Minggu pertama Desember saya berkesempatan untuk mengunjungi ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini, menginap di hotel Pandanaran di daerah Simpang Lima. Sangat beruntung saya dapat hotel ini karena dekat dengan pusat jajanan di Jalan Pandanaran. Malam pertama langsung saya habiskan untuk menelusuri jajanan di sepanjang jalan ini, dan fokus saya pertama tentunya adalah mencari Lumpia untuk cemilan malam hari, ditemani teman saya Mas Solikhin dan wartawan IT yang cukup kondang, Donny BU. Setelah sedikit menelusuri jalan ini akhirnya kami memilih yang terdekat di ujung jalan, karena kayaknya mau beli yang mana juga, lumpianya sama-sama aja.


 
Lunpia Semarang "Mataram", begitu nama tokonya. Seperti toko lainnya, Makanan berbahan dasar rebung di toko ini juga dapat disajikan dengan digoreng atau basah, serta dengan beberapa pilihan isi seperti kepiting, ayam, udang dan telur, menunya bisa dilihat di gambar berikut:
 



 
Kami memesan lumpia goreng dan basah yang standar, dengan isi ayam, udang dan telor (Rp. 2.500/pc) serta lumpia kepiting telor dengan ukuran yang agak lebih besar (Rp. 6000/pc). Saya sih lebih suka rasa yang lumpia standar. Disajikan dengan acar timun, cabe rawit dan bawang daun, serta bumbu kental yang khas. Malam ini saya menghabiskan satu lumpia kepiting telor, 2 lumpia basah dan satu lumpia goreng. Padahal baru makan malem... gimana gak makin buncit nih?

Sumber: http://www.banyumurti.net

Pondok Cabe Jogjakarta

Pondok Cabe
Jl. C Simanjuntak No. 41 B - Jogja
Telp: (0274) 551 445 - 0813 9292 2121


Nyari tempat makan murah di jogja sebenernya mudah, apalagi kota ini terkenal dengan sebuatan "Kota Pelajar" dimana pangsa pasar terbesar tentunya adalah para pelajar dan mahasiswa yang kantongnya pas-pasan. Saya diajak makan di tempat yang katanya sering dijadiin tempat nongkrong mahasiswa, karena murah pastinya, tempatnya yang luas, nyaman dan menyediakan free hotspot buat pengunjung. Nama tempatnya: Pondok Cabe. Sesuai dengan namanya, speciality dari rumah makan ini adalah Sambal tentunya, ada 15 sambal yang tersaji di daftar menu. Apa saja?


Sambal bawang, Sambal Mercon, Sambal Bajak, Sambal TePe, Sambal Dadak, Sambal Terasi Goreng, Sambal Gunung, Sambal Hitam Manis, Sambal Penyetan, Sambal Iwak, Sambal Tempe, Sambal Brambang, Sambal Tomat, Sambal Lombok Ijo dan Sambal Mangga (Musiman). Semua itu dijajakan hanya dengan harga 1500-2000 perak aja per sambalnya. Kami mencoba sambal iwak, sambal terasi goreng dan sambal hitam manis. Sambal iwak (ikan dalam bahasa Jawa) adalah sambal yang berbahan dasar ikan wader dengan cabe dan bumbu-bumbu lainnya, rasanya seperti ikan asin pedas, tapi memberikan cita rasa pedas yang lumayan dahsyat. Sambel terasi goreng seperti pada umumnya terbuat dari cabai terasi dan tomat dengan aroma terasi yang lebih soft. Sambal Hitam Manis adalah sambal kecap manis yang tentunya diberi potongan cabe rawit dan bawang merah. Yang jelas semua sambal di Pondok Cabe ini ditujukan buat para pencinta pedas.


Untuk lauk utamanya saya pilih Garang Asem Ayam, makanan favorit sepanjang masa :) Ayam yang diberi kuah santan, dibungkus dengan daun pisang dan dikukus, jadi seperti pepes tapi berkuah. Potongan cabe rawit merah dan tomat tampak memeriahkan menu ini. Plus rasa asam yang muncul dari belimbing wuluh menegaskan kesegaran masakan khas Jawa Tengah ini. Harga: Rp. 5.500,-

Sayurannya saya pilih oseng kangkung. Kangkung segar yang dioseng dengan bawang putih dan cabe merah ini emang paling pas buat makan siang. Belum lagi aroma ebi yang kuat menyeruak dari sela-sela daun kangkung membuat rasa oseng kangkung ini nendang. Harga: Rp. 3.000,-

Es Beras Kencur, selalu jadi pilihan saya kalo ada di Rumah Makan yang menyajikan sajian khas Jawa. Selain segar dan nikmat, konon minuman ini juga punya khasiat untuk menghilangkan penat serta pegal-pegal ditubuh, juga untuk mengingkatkan nafsu makan. Harga: Rp. 2.500,-

Juice The Gun, pistol di jus??? hehehe, The Gun merupakan pelesetan dari Degan alias Kelapa Muda dalam bahasa Jawa. Kalo biasanya kelapa muda hanya diserut biasa, di Pondok Cabe kita bisa meminta degan ini di juice. Rasanya sueegggeeerrrr... TOP BGT lah pokoknya. Harga: Rp. 4.500,-

Sebenernya masih banyak makanan dan minuman yang tersedia di tempat ini, misalnya: empal gepuk, pepes udang, botok teri, wader goreng, lele penyet, mendoan, sayur asem dan lain sebagainya. Sedangkan minuman ada Es Cendol "PC", teh poci, jeruk nipis, jahe gepuk, kunyit asem, milo, teh tarik, aneka juice dan lain-lain. Dan luar biasanya dari tempat ini, tertulis dengan jelas, Nasi Putihnya free flow alias nambah sepuasnya, cukup bayar 2000/orang, boleh makan nasi sebakul... tapi tentunya hanya untuk makan di tempat. Gak heran kan kenapa mahasiswa pada tumplek disini. Jadi buat yang lagi berwisata kuliner di jogja boleh mampir ke Pondok Cabe dan "Rasakan Sensasi Pedasnya"....

Sumber: http://www.banyumurti.net

Bakmi dan Nasi Goreng "Pak Pele" Jogjakarta

Bakmi & Nasi Goreng "Pak Pele"
Alun-Alun Utara (Timur Pagelaran Kraton)
Pelataran SD Keputran - Yogyakarta



Selain Gudeg, kuliner yang banyak diburu orang dari Jogja adalah Bakmi. Penjaja bakmi, banyak bertebaran di seluruh penjuru kota. Nah, di pinggir alun-alun kraton pada malam hari kita bisa menemukan tenda yang selalu ramai dikunjungi penikmat kuliner ini, namanya Pak Pele. Berbagai olahan bakmi dan nasi goreng tersedia di tempat ini. Untuk mienya sendiri kita bisa memilih untuk digoreng atau digodhog (rebus), juga bisa memilih menggunakan mie kuning, mie putih atau campuran keduanya. Sama seperti Bakmi Jombor, rahasia utama kenikmatan sajian ini adalah penggunaan arang untuk memasak. Gak tau kenapa, setiap tempat makan yang memasaknya make arang saya gak pernah kecewa. Mungkin karena tingkat panasnya yang pas membuat olahan makanan pun menjadi pas, hal yang tidak bisa ditandingi oleh kompor gas.


Kalau ingin menyantap nasi, nasi goreng di tempat ini tidak kalah dahsyatnya. Atau mungkin mau mencoba Magelangan? Hampir sama dengan nasi goreng, tapi magelangan ini menggunakan juga mie sebagai bahan pokoknya, pokoknya dicampur gitu lah. Jangan tanya soal rasa, tidak hanya sekedar pengisi perut di malam hari, nasi goreng dan magelangan ini memberikan cita rasa yang sangat berbeda dengan nasi goreng yang sering kita santap di Jakarta atau Bandung.


Buat minumnya, cobain yang "beda". Ada Es Tape, tape hijau yang diseduh dengan air dan gula kemudian diberi es batu, sueeeegggeerrrr. Rasanya kecut-kecut tapi manis gimanaaa gitu. Atau mau jahe panas? Jahe yang digeprek dan diseduh dengan air panas dan gula jawa ini emang mantep banget. Sangat pas buat yang lagi gak enak tenggorokan atau terkena flu, langsung badan terasa panas dan segar kembali.


Gak usah ragu, segera meluncur ke alun-alun jogja dan cari tenda yang ramai dan ada lesehannya juga. Kalo gak ketemu tanya orang-orang atau tukang becak dimana lokasi tepatnya Bakmi "Pak Pele", dijamin pada tahu

Sumber: http://www.banyumurti.net

Sego Pecel Bu Wiryu Jogjakarta

SGPC Bu Wiryo 1959
Jl. Agro CT VIII Klebengan, Yogyakarta
Telp: 0274 512288


PECEL, salah satu kuliner khas dari Jawa Tengah dan Jogja. Kumpulan sayur yang telah direbus, biasanya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain diguyur oleh bumbu pecel khas yang terbuat dari kacang. Hmmm yummmiiii.... Di Kota Jogja ada satu tempat legendaris yang menjual kuliner khas ini, berlokasi di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. Namanya: SGPC Bu Wiryo 1959, SGPC sendiri merupakan singkatan dari kata Sego Pecel (Nasi Pecel). Adonan Bumbu pecel yang pas menjadi andalan dari tempat makan yang satu ini, bumbu kacangnya memang menyajikan cita rasa manis dan pedas yang terpadu secara sempurna sehingga membuat candu buat banyak orang, termasuk saya :) Hampir tidak pernah perjalananku ke Jogja dilewati tanpa mampir ke tempat ini. Buat temennya, kita bisa memilih berbagai gorengan, mulai dari tempe, tahu, kerupuk gendar, kerupuk aci, telor ceplok, bakwan dan lain sebagainya. Favorit saya sih telor ceplok, paling pas beradu dengan bumbu pecel...



Selain sego pecel, SGPC Bu Wiryo ini juga menyediakan makanan utama lainnya yaitu Nasi Sop. Sop dengan bihun, wortel, kentang dan sayuran lainnya. Kita juga bisa memilih "topping" sop ini seperti bayam dan daging. Rasanya, seger banged masss... Rempah-rempah asli memang membuat rasa masakan ini menjadi kaya. Gak kaya sop biasa lah :)

Oh ya, harga makanan disini benar-benar bersahabat dengan kantong, saya gak tau harga per itemnya. Tapi saya makan berdua dengan rincian sebagai berikut:
- 1 Nasi Pecel
- 1 Nasi Sop Daging
- 1 Telur Ceplok
- 5 buah gorengan (tahu dan tempe)
- 1 Juice Tomat
- 1 Teh Manis
Total : Rp. 27.000,00. Murah kan?

"Melayani di UGM sejak 1959", demikian tagline yang tertulis di papan nama rumah makan ini. Ya, pernah saya baca di Kompas, tempat makan ini memang menjadi salah satu tempat makan favorit para mahasiswa UGM karena terletak di kawasan kompleks UGM, tepat di pinggir selokan Mataram. Bahkan karena ketika bayar dituntut kejujuran si konsumen, kadang kala mahasiswa yang kantongnya pada kempes ini pada nyatut, alias Darmaji (dahar lima ngaku siji). Tapi Bu Wiryo tidak ambil pusing karena mengerti kondisi ekonomi mahasiswa-mahasiswa tersebut. Hal ini berbuah ketika mereka semua sudah jadi orang, dan kembali ke tempat Bu Wiryo ini untuk "membayar hutang" nya di masa lalu. Mempertahankan nuansa ndesonya, masuk ke tempat makan ini kita disajikan dengan nuansa kampung dengan lantai, bangku dan meja "tempo doeloe" diiringi musik hidup akustik yang banyak membawakan lagu-lagu tempo doeloe juga. Makan disini benar-benar membawa kita di alam kesadaran bahwa: "Ya, kita lagi di Jogja"

Sumber: http://www.banyumurti.net

Gudeg Bu Lies Jogjakarta

Gudeg Wijilan "BU LIES"
Jl. Wijilan 5, Jogja
Telp: (0274) 450164 - 7114670


Jogja memang dikenal sebagai kota gudeg, tapi ada satu kawasan yang memaklumatkan diri sebagai Sentra Gudeg-nya Jogja, yaitu di Jl. Wijilan. Pada suatu malam saya beserta rombongan dinas berkesempatan buat mengunjungi tempat ini, berjejer tempat-tempat makan yang menjual makanan seragam GUDEG. Kami memilih salah satu tempat yang kayaknya paling luas, tertulis di depan "Gudeg Bu Lies"


Suasana "Jawa" langsung menyergap begitu kita duduk, pilihan lesehan atau pake bangku tersedia. Daftar menu pun langsung "dihidangkan" termasuk menu buat yang mau bawa pulang (besek or kendil). Untuk santap di tempat tersedia aneka pilihan dengan "toping" utama: Gudeg + Krecek. Sampingannya bisa kita pilih sendiri seperti tahu, telur, aneka bagian ayam (paha atas, paha bawah, paha sambung, dada sayap, kepala dan ati ampela). Buat jelasnya klik gambar menu di atas. Saya sih pilih paha atas (seperti biasa) sama kepala (buat digerogotin). Walaupun menurut saya tidak sedahsyat Gudeg Yu Djum, gudeg Bu Lies ini tetap menyimpan cita rasa yang kaya dari kuliner khas Yogya ini. Legitnya sang gudeg plus pedas-pedas manisnya si krecek berpadu harmonis dengan lezatnya daging ayam dengan bumbu yang meresap sampai ke tulang. Walau agak sayang, dagingnya sedikit alot. Satu porsi nasi gudeg ini bisa kita nikmati dengan harga mulai 7000rupiah (Gudeg krecek tahu) sampai 30rb rupiah (Komplit spesial: Ayam, Telur, Ati Ampela). Seluruppp....


Buat minumnya tentunya paling cocok dengan Teh Poci. Teh tubruk panas yang disajikan dalam poci dan gelas kecil dari tanah liat ini emang paling pass, apalagi ditimpali dengan gula batu yang khas. Kenapa ya teh poci ini punya cita rasa dan aroma berbeda dengan teh yang disajikan dalam gelas biasa???



Jadi yang lagi di Jogja, boleh-boleh deh mampir di Sentra Gudeg-nya kota ini. Lokasinya gak jauh dari Alun-Alun Keraton koq. Dan buat yang pengen membagi kenikmatan gudeg sama orang di rumah silakan pesan dalam kemasan besek atau kendil.

Sumber: http://www.banyumurti.net

Gudeg Yu Djum Jogjakarta



Wisata Kuliner Indonesia #163
Gudeg Yu Djum
Jl. Kaliurang KM 4,5 Karangasem CT III / 22 Yogyakarta
Telp: 0274 - 515968

"Jangan ngaku pernah ke Jogja kalo belum nyicipin Gudeg Yu Djum"... Yup, dahsyatnya gudeg Yu Djum buat saya pribadi masih nomer 1, makanya setiap kali saya berkunjung ke Jogja, meluangkan waktu untuk menikmati Gudeg Yu Djum menjadi satu prioritas yang harus dilakukan :) Saya pertama kali datang ke Yu Djum di tahun 2007 dan langsung ketagihan dengan cita rasa gudegnya. Satu porsi gudeg lengkap akan terdiri dari: nasi, gudeg, sambel krecek, ayam, ati ampela dan telur rebus. Kita bisa bebas memilih apa yang akan tersaji di "piring" rotan beralaskan daun pisang. Yang jelas saya hampir selalu nambah jika bersantap di Gudeg Yu Djum. Aroma manis yang keluar dari tiap bagian di atas bener-bener bakalan memanjakan indera pengecap kita, menjadi pengalaman kuliner jogja yang tak kan terlupakan.


Ingin berbagi kenikmatan Gudeg Yu Jum ini dengan keluarga di rumah? Jangan khawatir, tersedia paket besek maupun paket kendil yang bisa kita bawa pulang. Tinggal kita pilih paketnya, mulai dari harga Rp.35ribu sampai dengan Rp.180rb yang sudah berisi lengkap Gudeg+Krecek, ayam 1 ekor dan Telur 10 butir. Buat lebih jelasnya bisa diklik gambar daftar menu di bawah ini, baik untuk menu makan di tempat dan untuk menu bawa pulang:

Menu dine-in Gudeg Yu Djum

Menu Take Away Gudeg Yu Djum


Mungkin rahasia kelezatan Gudeg Yu Djum ini salah satunya adalah karena mempertahankan cara masak tradisional. Lihat aja dapurnya, panci-panci besar dimasak di atas kompor yang menggunakan kayu bakar. Gak tau kenapa, syaa sering merasa kalo masaknya make arang atau kayu bakar seperti ini rasa yang dihasilkan akan jauh lebih nikmat dibanding jika memasak menggunakan kompor gas biasa. Mungkin karena tingkat kepanasan yang pas, sehingga bumbu dapat matang dengan sempurna dan meresap ke dalam bahan yang diolah.

Gudeg Yu Djum sendiri dapat kita temui di dua tempat yaitu di Jl. Wijilan (salah satu ruas jalan yang menjadi sentra gudeg) dan di Jl. Kaliurang KM 4,5. Dan, Alhamdulillah, ketika saya berkunjung ke Gudeg Yu Djum sempat bertemu langsung dengan Yu Djum, sang legenda hidup, yang masih turun ke dapur untuk membantu menyiapkan masakan dan memotong-motong daun pisang. Kesederhanaan tampak dari nenek yang tempat makannya ini tak pernah sepi dikunjungi pembeli. Gudeg Yu Djum ini merupakan Kuliner Jogja favorit saya...

Sumber: http://www.banyumurti.net/

Bakmi Jombor Yogyakarta

 
















Kalo sudah sampe tempat ini, biasanya saya bingung mau pesen apa. Mau nasi godog, magelangan, mie godog atau yang lainnya. Soalnya semua makanan di tempat makan ini sangat enak, mungkin karena dimasak menggunakan bahan bakar arang jadi bumbu-bumbunya bisa meresap n pas banget. Kalau saya lagi kerjaan di Jogja, saya akan berusaha untuk dapat mampir ke Bakmi Jombor untuk menikmati hidangan khas kota jogja ini yang sulit ditemui di kota lainnya.



 













Nasi Godog... Godog dalam bahasa Indonesianya adalah Rebus. Jadi makanan apa ini? Masa ada nasi direbus? Sebenernya Nasi Godog hampir sama dengan mie rebus, tetapi ditambahkan nasi didalamnya. Karena saya orang Indonesia yang doyan banget nasi, makanan ini paling sering jadi pilihan utama kalo saya dateng ke Bakmi Jombor. Harga : Rp. 8.000,-




 












 
Mie Godog... sesuai namanya, menu ini sebenarnya adalah mie rebus tetapi dengan bumbu dan aroma khas bakmi jogja yang dimasak di atas tungku arang sehingga bumbunya meresap. Jangan dibayangkan rasanya sama dengan mie rebus instan, mie godog jauh lebih enak. Harga : Rp. 8.000,-


 
 










Teh Poci... Nah buat minumnya saya rekomendasikan untuk menikmati hangatnya Teh Poci. Teh yang disajikan dalam poci khas jawa tengah, dan gula batu sebagai pemanisnya, memang benar-benar bisa membuat kita betah berlama-lama di tempat ini, hanya untuk menseruput sedikit demi sedikit teh poci ini. Harga : Rp. 2.500,-


Jadi buat temen2 yang mau maen ke jogja, dan ingin berwisata kuliner malam, bisa mampir ke tempat ini yang beralamat di Jl.Raya Magelang KM 6.3, tepatnya di sebarang Hotel Borobudur atau Terminal Jombor.
Sumber: http://www.banyumurti.net

Ragam Kuliner Solo di Galabo

Gladag Langen Bogan (GALABO)
Jl. Mayor Sunaryo - Solo



Mau makan Tengkleng, Nasi Liwet, Sate Sapi, Nasi Trancam, Garang Asem, Wedang Ronde, Bebek Kremes, Mie Godog, Nasi Mawut, Sate Kere, Wedang Dongo dan masih banyak kuliner khas Solo dan Jawa Tengah lainnya? Gak usah sibuk mencari, sekarang semuanya terpusat di satu tempat. Silakan saja meluncur ke Gladag Langen Bogan (GALABO) yang terletak di Jl. Mayor Sunaryo, tepat di depan Beteng Trade Center (BTC) dan Pusat Grosir Solo (PGS). Jalan ini pada malam hari akan ditutup untuk kendaraan bermotor dan menjadi pusat wisata kuliner Solo. Saking banyaknya kedai makan di tempat ini saya sampai bingung sendiri memilih makanan apa yang akan saya santap malam ini. Akhirnya pilihan jatuh ke Tengkleng Klewer Bu Rudi. Kuliner khas Solo ini merupakan favorit saya, dan konon Tengkleng di Pasar Klewer cukup melegenda di kota ini.

Tengkleng sendiri merupakan makanan dari daging kambing berkuah santan serupa dengan gule atau tongseng, tetapi tentu dengan bumbu-bumbu yang berbeda (sori bukan tukang masak jadi gak tau bedanya apa hehehe). Tengkleng pada umumnya menggunakan daging Iga Kambing, tapi di Tengkleng Klewer ini yang digunakan adalah beragam bagian dari kambing seperti kepala, tulang rawan, iga, buntut, kaki dan sebagainya. "Bertarung" dengan beragam isi tengkleng ini sendiri memberikan kenikmatan sendiri, kadang bertemu dengan daging lembut yang masih menempel di tulangnya, kadang menikmati "gemeletuk" tulang rawan, atau empuknya jeroan. Pengalaman Kuliner tersendiri bagi saya :) 1 porsi Tengkleng plus nasi silakan ditebus dengan harga Rp.16rb.


Hmmm, coba yang lain ah. Saya tertarik dengan counter Sate Jerohan Sapi "YU REBI", kebayang menikmati sate daging sapi dengan bumbunya yang manis khas Jawa Tengah, ditambah dengan beragam jerohan sapi yang mengiringinya, sluruuppp. Kalo liat daftar menu ada beragam jenis sate sapi yang tersedia seperti: sate daging, sate ati, sate ginjal, sate iso, sate babat, sate torpedo, dan sate kikil. Semuanya tampak menarik, so akhirnya saya pilih Sate Campur. Rasanya? Gokil abisss.... Bumbu kacang yang manis ditimpali dengan potongan bawang merah dan cabe rawit membalut sepuluh tusuk sate jerohan sapi "Yu Rebi". Gak nemu deh di tempat lain... Harga satu porsi sate ini Rp. 19.000.

Nah sekarang minumnya, saya pengen cari yang aneh, yang susah untuk ditemukan di kota lain. Akhirnya pilihan jatoh pada Jahe Kunir Jeruk (JKJ). Kebayang gak sih hangatnya jahe yang menyatu dengan aroma kunir ditimpali dengan segarnya aroma jeruk... Rasanya beneran dahsyat, gak bisa didapet di tempat lain. Tapi yang agak mengganggu adalah penyajiannya dimana potongan jahe dan kunir yang tumplek dalam satu gelas. Kalo kata temen saya, terlalu banyak sampahnya. But, it's OK for me, segernya minuman ini sebanding koq dengan keribetan minumnya hehehe. Untuk satu gelas minuman yang bisa mengembalikan vitalitas tubuh ini bisa ditebus dengan harga lima ribu rupiah saja.

Buat yang mau plesir ke Solo, Gladag Langen Bogan (GALABO) merupakan solusi kuliner yang tepat. Beragam kuliner Solo tumplek plek ditempat ini, gak usah bingung cari kemana-mana. Makan enak, suasana sejuk plus iringan live music membuat makan malam anda dijamin sempurna. Mau makan di meja boleh, lesehan juga monggo. Udah ah, mikirin makanan di Galabo bikin ngiler sendiri...

Sumber: http://www.banyumurti.net
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...